Waspada SMS Phishing Berkedok Hadiah, Pelaku Manfaatkan Fake BTS di Titik Keramaian
Perkembangan teknologi digital turut diiringi dengan meningkatnya beragam modus kejahatan siber. Salah satunya adalah SMS phishing yang memanfaatkan perangkat Fake BTS atau menara pemancar sinyal seluler palsu untuk mengirimkan pesan penipuan kepada masyarakat.
Dalam menjalankan aksinya, pelaku menyasar lokasi-lokasi ramai, seperti jalur transportasi umum dan kawasan dengan aktivitas masyarakat yang tinggi. Perangkat Fake BTS digunakan untuk memancarkan sinyal yang dapat ditangkap ponsel seolah-olah berasal dari jaringan seluler yang sah. Melalui cara ini, pelaku berupaya menyebarkan SMS yang mengatasnamakan instansi perbankan, penyedia layanan telekomunikasi, maupun lembaga resmi lainnya.
Pesan yang dikirimkan biasanya berisi tawaran penukaran poin, voucher, hadiah, atau bonus. Pesan tersebut dilengkapi tautan yang mengarahkan korban ke situs palsu untuk memancing mereka memasukkan informasi pribadi, termasuk data perbankan.
Jika tidak diwaspadai, modus ini dapat menyebabkan pencurian data pribadi, penyalahgunaan akun, hingga kerugian finansial akibat akses tidak sah ke rekening korban.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap SMS yang mengatasnamakan instansi resmi, terutama jika disertai tautan yang mencurigakan.
“Masyarakat perlu lebih waspada terhadap SMS yang menawarkan hadiah atau penukaran poin dengan menyertakan tautan. Jangan terburu-buru mengeklik tautan atau memasukkan data pribadi, karena pelaku dapat memanfaatkan informasi tersebut untuk melakukan penipuan dan mengakses layanan keuangan korban.” jelasnya, Senin (12/10/26).
Ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan literasi digital dengan membiasakan diri memeriksa kebenaran informasi sebelum mengambil tindakan. Apabila menerima pesan yang mencurigakan, masyarakat sebaiknya melakukan verifikasi melalui kanal resmi instansi terkait, bukan melalui tautan atau nomor kontak yang tercantum dalam pesan tersebut.
“Keamanan di ruang digital perlu dimulai dari kebiasaan kita sendiri. Selalu periksa kebenaran pesan yang diterima, lindungi data pribadi, dan jangan mudah tergiur tawaran hadiah yang belum jelas sumbernya. Dengan meningkatkan literasi digital, masyarakat dapat lebih siap mengenali dan menghindari berbagai modus kejahatan siber,” tambahnya.
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam menggunakan layanan digital serta melindungi data pribadi dari ancaman kejahatan siber.
Berikut beberapa tips untuk menghindari kejahatan siber melalui SMS phishing:
1.Jangan langsung klik tautan. Waspadai SMS yang menawarkan hadiah, bonus, voucher, atau undian, terutama jika disertai tautan yang meminta tindakan segera.
2.Verifikasi melalui kanal resmi. Hubungi instansi terkait melalui situs web, aplikasi, atau nomor layanan resmi yang telah diketahui kebenarannya.
3.Periksa alamat situs dengan teliti. Waspadai tautan dengan nama domain yang tidak dikenal, salah eja, atau menyerupai situs resmi.
4.Jangan memasukkan data perbankan. Hindari memberikan PIN, kata sandi, kode OTP, maupun informasi keuangan melalui tautan yang dikirimkan lewat SMS.
5.Hapus dan laporkan pesan mencurigakan. Jangan meneruskan pesan tersebut kepada orang lain agar tidak semakin banyak masyarakat yang berpotensi menjadi korban.