Waspada Stranger Danger di Dunia Maya, Berikut Tips Keamanan Online untuk Orang Tua dan Anak
Di tengah perkembangan teknologi dan tingginya penggunaan internet, anak-anak menjadi salah satu kelompok paling rentan terhadap berbagai bentuk kejahatan siber salah satunya stranger danger. Stranger danger merupakan ancaman dari orang asing yang memiliki niat jahat dimana pelaku kerap menyamar sebagai teman sebaya, sosok ramah, bahkan figur yang tampak dapat dipercaya untuk mendapatkan informasi pribadi atau membangun kedekatan emosional dengan korban. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, menegaskan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi sekaligus membimbing anak dalam menggunakan internet. “Tanggung jawab kita bukan hanya melindungi anak di dunia maya, tetapi juga memberdayakan mereka untuk mengenali dan mempertahankan diri dari ancaman online. Edukasi tentang keamanan online harus dilakukan sejak dini agar anak mampu mengenali potensi bahaya dan berani melapor jika merasa tidak nyaman,” ujar Mugiya. Pelaku dapat berada dimana saja seperti di game online atau sosial media, ia memanipulasi emosi korban untuk mendapatkan data pribadi korban seperti foto, video dan juga alamat rumah. Setelah memperoleh materi tersebut, pelaku dapat menggunakannya untuk memeras korban dengan ancaman menyebarkannya kepada keluarga, teman, atau publik luas. Pelaku juga dapat memanipulasi korban dengan merekrutnya ke dalam kelompok radikal atau aktivitas ilegal. Ia menambahkan peran keluarga menjadi benteng utama dalam mencegah anak terjerat kejahatan siber. “Dengan mengajarkan keamanan online sejak dini, kita membantu anak membangun kebiasaan kesadaran dan perlindungan diri saat ini dan di masa yang akan datang. Berikut tips menjaga anak tetap aman di dunia maya: Berkomunikasi dengan anak. Orang tua sebagai seseorang yang akan mendengarkan, mendukung, dan tidak menghakimi, dan terlibat aktif dalam kehidupan mereka. Edukasi anak tentang risiko online. Jelaskan bahwa memberikan informasi pribadi kepada orang asing digital tidak aman, serta bantu mereka memahami konsekuensinya. Ajarkan perilaku digital yang bertanggung jawab. Jelaskan bahwa setiap aktivitas online meninggalkan jejak digital. Atur pengaturan privasi dan keamanan. Ajarkan cara mengelola pengaturan privasi pada perangkat, akun, dan permainan mereka. Sesuai usia anak, gunakan fitur kontrol orang tua untuk mengatur waktu layar dan aktivitas online.