Waspada Modus Deepfake AI, Pelaku Sebarkan Foto Palsu untuk Memeras Korban
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) melalui modus deepfake.
Teknologi tersebut dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk membuat foto atau gambar palsu yang menyerupai korban dengan tujuan melakukan pemerasan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, mengingatkan masyarakat agar tidak panik apabila menjadi sasaran modus kejahatan digital tersebut.
"Perkembangan teknologi AI memang memberikan banyak manfaat, namun juga berpotensi disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Masyarakat perlu lebih waspada terhadap berbagai modus kejahatan digital, termasuk penyebaran foto hasil rekayasa atau deepfake yang digunakan sebagai alat pemerasan," ujarnya, Senin (20/7/26).
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menanggapi ancaman pelaku, tidak mengirimkan sejumlah uang, serta segera menyimpan seluruh bukti percakapan maupun unggahan yang berkaitan dengan aksi pemerasan tersebut.
"Apabila menjadi korban, jangan panik dan jangan memenuhi permintaan pelaku. Segera simpan seluruh bukti, laporkan akun yang digunakan, dan laporkan kejadian tersebut kepada platform media sosial maupun aparat penegak hukum. Kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan digital menjadi langkah penting untuk mencegah semakin banyaknya korban kejahatan siber," tambahnya.
Dalam menjalankan aksinya, pelaku memanfaatkan teknologi AI untuk menghasilkan gambar hasil rekayasa yang tampak meyakinkan. Foto manipulasi tersebut kemudian digunakan untuk mengintimidasi, mempermalukan, hingga memeras korban dengan ancaman akan menyebarkannya apabila korban tidak memenuhi permintaan pelaku.
Diskominfo Kota Tangerang mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan literasi digital dengan lebih berhati-hati dalam membagikan foto maupun data pribadi di media sosial.