Waspada Deepfake, Diskominfo Kota Tangerang Ajak Masyarakat Lebih Bijak Bermedia Digital
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penyalahgunaan teknologi deepfake yang berpotensi digunakan untuk penipuan dan penyebaran informasi palsu di ruang digital.
Deepfake merupakan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mampu memanipulasi wajah dan suara seseorang sehingga tampak dan terdengar seperti asli. Perkembangan teknologi ini membuka peluang penyalahgunaan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, menyampaikan bahwa masyarakat perlu lebih kritis dalam menyikapi konten digital yang beredar, terutama yang bersifat viral.
“Perkembangan teknologi digital seperti deepfake harus diimbangi dengan literasi digital yang baik. Masyarakat tidak boleh langsung percaya terhadap video atau audio yang beredar tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu,” ujarnya, Rabu (8/4/26).
Ia juga menekankan pentingnya mengenali ciri-ciri konten deepfake, seperti gerakan wajah yang tidak sinkron, ekspresi yang terlihat tidak natural, hingga kualitas suara yang terdengar janggal.
“Jika menemukan konten yang mencurigakan, masyarakat diharapkan untuk mengecek sumber informasi, tidak langsung menyebarluaskan, serta melakukan konfirmasi melalui kanal resmi agar tidak menjadi bagian dari penyebaran hoaks,” tambahnya.
Melalui langkah ini, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada terhadap potensi ancaman digital, serta mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan bertanggung jawab.
“Masyarakat perlu meningkatkan literasi digital agar semakin cerdas dan bijak dalam bermedia digital, sehingga terhindar dari berbagai bentuk penipuan dan penyalahgunaan teknologi,” tutupnya.