\

Tren Viral di Media Sosial Bisa Jadi Celah Kejahatan Digital, Ini Cara Melindungi Data Pribadi

Tren viral di media sosial tidak selalu sekadar menjadi hiburan. Tanpa disadari, berbagai tren yang mengajak pengguna membagikan informasi pribadi dapat menjadi celah bagi pelaku kejahatan digital untuk mengenali dan memetakan calon korbannya.

Mulai dari mengganti foto dengan latar belakang biru, membuat template Get to Know Me, mengikuti tren yang menampilkan bulan lahir dan tinggi badan, memasang twibbon MPLS, hingga membuat konten A Day in My Life. Sekilas terlihat sederhana, tetapi informasi yang dibagikan dapat menjadi bagian dari jejak digital seseorang.


Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam membagikan informasi di media sosial, termasuk ketika mengikuti tren yang sedang ramai.


“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Tidak semua informasi pribadi perlu dibagikan kepada publik, meskipun terlihat sederhana atau hanya untuk mengikuti tren. Kebiasaan membagikan informasi secara berlebihan dapat meninggalkan jejak digital yang berpotensi dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar Mugiya, Senin (10/08/26).


Proses mengumpulkan informasi dari sumber yang tersedia secara publik dikenal sebagai Open Source Intelligence (OSINT). Dalam konteks keamanan digital, berbagai informasi yang tersedia secara terbuka dapat dikumpulkan dan dianalisis untuk membentuk gambaran mengenai seseorang.


Pelaku tidak harus meretas sistem atau membobol basis data. Informasi dari berbagai unggahan dapat dikumpulkan sedikit demi sedikit dan disusun layaknya potongan puzzle hingga membentuk profil digital seseorang. Semakin banyak informasi yang berhasil dikumpulkan, semakin mudah bagi pelaku menyusun skenario penipuan yang terlihat meyakinkan.


Karena itu, Diskominfo Kota Tangerang mengajak masyarakat untuk mulai memperhatikan kembali informasi yang dibagikan di media sosial dan menjaga jejak digital masing-masing.


“Menjaga keamanan data pribadi bukan berarti harus berhenti menggunakan media sosial. Yang terpenting adalah memahami informasi apa yang aman untuk dibagikan dan siapa saja yang dapat mengaksesnya. Mari kita lebih cermat sebelum mengunggah sesuatu agar media sosial tetap menjadi ruang yang aman dan positif,” tambah Mugiya.

Berikut Tips Mengurangi Risiko Kebocoran Informasi Pribadi

1. Hindari membagikan aktivitas secara real-time
Jika sedang bepergian atau berada di luar rumah, pertimbangkan untuk mengunggahnya setelah kembali. Informasi aktivitas secara langsung dapat memberikan gambaran mengenai keberadaan seseorang.

2. Pikirkan kembali sebelum mengikuti tren
Pastikan tren yang diikuti tidak mendorong untuk membagikan informasi pribadi seperti tanggal lahir, sekolah, alamat, tempat kerja, atau rutinitas sehari-hari.

3. Periksa siapa yang dapat melihat unggahan
Tidak semua informasi harus tersedia untuk publik. Periksa kembali pengaturan privasi akun dan batasi audiens untuk unggahan yang mengandung informasi pribadi.

4. Bersihkan jejak digital secara berkala
Tinjau kembali unggahan lama dan hapus konten yang sudah tidak relevan atau terlalu banyak mengungkap informasi pribadi.

5. Aktifkan Two-Factor Authentication (2FA)
Gunakan autentikasi dua faktor pada akun-akun penting sebagai lapisan keamanan tambahan apabila akun menghadapi upaya pengambilalihan.

BERITA LAINNYA

10 Aug 2026 10:03

Virtual Job Fair Spesial…

10 Aug 2026 10:03

Akhir Pendampingan KIM 2021