Tingkatkan Kapasitas Pengelolaan Perkotaan, Diskominfo Kota Tangerang Ikuti Rapat Kota Cerdas
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang mengikuti Rapat Peningkatan Kapasitas Pemerintah Daerah dalam Penyelenggaraan Pengelolaan Perkotaan dengan Pendekatan Kota Cerdas yang berlangsung pada Kamis (1/10/26) di Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk, Jakarta Barat.
Kegiatan tersebut menjadi forum konsultasi dan penjaringan informasi bagi pemerintah daerah untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi, pengalaman implementasi, praktik baik, permasalahan, serta kebutuhan pengaturan dalam penyelenggaraan pengelolaan perkotaan dengan pendekatan Kota Cerdas.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan dari sejumlah kementerian/lembaga, pemerintah daerah, akademisi, serta mitra pembangunan. Materi yang dibahas antara lain arah kebijakan penyelenggaraan pengelolaan perkotaan dengan pendekatan Kota Cerdas, transformasi digital pemerintah daerah, Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), hingga praktik penerapan Kota Cerdas di sejumlah daerah.
Pendekatan Kota Cerdas dalam pengelolaan perkotaan tidak hanya berfokus pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga mencakup inovasi, kolaborasi, serta pemanfaatan teknologi sesuai kebutuhan masyarakat.
Pendekatan tersebut meliputi aspek tata kelola birokrasi, ekonomi, kehidupan berkota, masyarakat, lingkungan, dan mobilitas.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang, Dr. Mugiya Wardhany, S.E, M.Si., mengatakan, penerapan Kota Cerdas perlu didukung dengan integrasi data, koordinasi antarperangkat daerah, serta pemanfaatan teknologi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Kota Cerdas bukan hanya tentang teknologi, tetapi bagaimana teknologi, data, inovasi, dan kolaborasi dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan publik yang lebih terintegrasi dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,”
Lebih lanjut, kegiatan tersebut juga membahas pentingnya keterkaitan antara pendekatan Kota Cerdas dengan perencanaan pembangunan daerah, pelayanan publik, kelembagaan pemerintah daerah, data, inovasi, koordinasi, pembiayaan, serta monitoring dan evaluasi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat teridentifikasi berbagai kebutuhan, tantangan, serta praktik penyelenggaraan Kota Cerdas di daerah yang dapat menjadi bahan dalam penyusunan kebijakan dan pengaturan lebih lanjut terkait pengelolaan perkotaan dengan pendekatan Kota Cerdas.