\

Puluhan Penyandang Disabilitas di Kota Tangerang Ikuti Pelatihan Literasi Digital dan AI

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar Pelatihan Literasi Digital bagi Penyandang Disabilitas di Ruang Patio, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti puluhan penyandang disabilitas dari berbagai komunitas di Kota Tangerang. Selain itu, pelatihan juga dihadiri oleh perwakilan Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Komdigi, serta narasumber dari Pandu Literasi Digital Komdigi.

Pelatihan ini mengangkat materi mengenai optimalisasi penggunaan mesin pencari (search engine) dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) guna meningkatkan kemampuan literasi digital masyarakat disabilitas di era transformasi digital.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam mewujudkan transformasi digital yang inklusif dan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

“Pada hari ini kami menyelenggarakan pelatihan mengenai optimalisasi mesin pencari dan kecerdasan buatan bagi teman-teman disabilitas. Ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Tangerang melalui Diskominfo agar teman-teman disabilitas juga dapat ikut berpartisipasi dalam perkembangan teknologi yang ada saat ini,” ujarnya.

Mugiya menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memperkenalkan layanan Laksa+, fitur pengaduan inklusif yang tersedia dalam aplikasi Tangerang LIVE dan dirancang untuk memudahkan penyandang disabilitas dalam menyampaikan aspirasi, kritik, maupun saran kepada pemerintah.

“Kami berharap kegiatan ini dapat semakin mensosialisasikan layanan Laksa+ yang menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Tangerang agar teman-teman disabilitas juga dapat menyampaikan aspirasi, kritik, dan saran sehingga tidak ada yang tertinggal,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala UPT Pengelola Ruang Kendali Kota (PRKK) Diskominfo Kota Tangerang, Muhammad Iqbal Santoso, mengungkapkan bahwa meskipun Laksa+ baru diperkenalkan secara luas pada September 2025, pengembangannya telah dilakukan sejak 2023. Menurutnya, keberhasilan sebuah layanan tidak hanya ditentukan oleh aplikasi yang mudah digunakan, tetapi juga oleh ekosistem yang mendukung pemanfaatannya secara berkelanjutan.

“Kami tidak hanya membangun platform yang ramah bagi penyandang disabilitas, tetapi juga membangun ekosistem pendukungnya. Harapannya, semakin banyak masyarakat disabilitas maupun kelompok rentan lainnya yang mengetahui dan memanfaatkan Laksa+ sebagai sarana pengaduan publik yang inklusif,” lanjutnya.

Salah satu peserta pelatihan penyandang tunanetra, Abdul Aziz, mengaku sangat terbantu dengan hadirnya fitur Laksa+ yang telah dirancang agar lebih mudah diakses oleh penyandang disabilitas.

“Menurut saya aplikasi Laksa+ ini sangat bermanfaat untuk penyandang disabilitas, khususnya tunanetra, karena tidak semua aplikasi pemerintahan dapat diakses dengan baik oleh teman-teman disabilitas. Dengan adanya Laksa+, saya sangat berterima kasih karena fitur ini mendukung penggunaan pembaca layar sehingga lebih mudah digunakan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Tangerang berharap dapat meningkatkan literasi digital masyarakat khususnya penyandang disabilitas sekaligus memperluas pemanfaatan layanan publik yang inklusif, sehingga seluruh warga dapat berpartisipasi dalam pembangunan dan transformasi digital di Kota Tangerang.

BERITA LAINNYA

05 Jun 2026 01:23

Virtual Job Fair Spesial…

05 Jun 2026 01:23

Akhir Pendampingan KIM 2021