Marak Pembajakan Akun WhatsApp, Diskominfo Kota Tangerang Ingatkan Masyarakat Tetap Waspada
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan siber, termasuk dugaan upaya pembajakan akun WhatsApp yang sedang marak terjadi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap pesan singkat yang mengandung tautan mencurigakan maupun meminta data pribadi.
"Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang terus berkembang. Jangan mudah mengklik tautan dari SMS atau pesan yang sumbernya tidak jelas, apalagi jika meminta data pribadi, kode OTP, modus meminta pinjaman uang maupun informasi penting lainnya.
Selalu pastikan informasi berasal dari kanal resmi penyedia layanan," imbaunya, Selasa (04/08/26).
Ia menjelaskan, masyarakat juga perlu memanfaatkan berbagai fitur keamanan yang telah disediakan oleh platform digital untuk meminimalkan risiko pembajakan akun.
"Aktifkan fitur keamanan seperti verifikasi dua langkah (two-step verification) pada WhatsApp, jangan pernah membagikan kode OTP kepada siapa pun, serta segera laporkan apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.
Langkah sederhana ini dapat membantu melindungi akun dan data pribadi dari penyalahgunaan," jelasnya.
Diskominfo Kota Tangerang berharap masyarakat semakin bijak dalam menggunakan layanan digital serta selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan siber agar terhindar dari penyalahgunaan data, pencurian data pribadi, maupun kerugian material.
Berikut beberapa langkah pencegahan pencegahan akun Whatsapp, di antaranya:
1.Tidak mengklik tautan dari SMS atau pesan yang mencurigakan.
2.Memastikan identitas pengirim sebelum memberikan informasi pribadi.
3.Mengaktifkan fitur verifikasi dua langkah (two-step verification) pada akun WhatsApp.
4.Tidak membagikan kode OTP kepada siapa pun.
5.Segera melaporkan kepada penyedia layanan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan akun.