Jangan Salah Arti! Ini Perbedaan Hoaks, Disinformasi, dan Misinformasi
Di era perkembangan digital yang pesat, masyarakat kerap menjumpai berbagai berita dan konten di media sosial yang belum tentu kebenarannya. Istilah hoaks, disinformasi, dan misinformasi pun sering digunakan secara bergantian, padahal ketiganya memiliki makna yang berbeda.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi di ruang digital.
“Jika menemukan konten yang mencurigakan atau terindikasi hoaks, masyarakat dapat memanfaatkan kanal informasi resmi Pemerintah Kota Tangerang serta melaporkan konten tersebut melalui platform pengaduan yang tersedia. Dengan begitu, kita dapat menciptakan ruang digital yang aman,” jelasnya.
Melalui peningkatan literasi digital, diharapkan masyarakat Kota Tangerang semakin cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam bermedia sosial, sehingga ruang digital tetap aman, sehat, dan produktif bagi semua.
Berikut perbedaan hoaks, disinformasi, dan misinformasi yang perlu diketahui:
Hoaks
Hoaks adalah informasi palsu yang dibuat dengan sengaja untuk menipu atau menyesatkan publik. Biasanya dikemas dengan narasi provokatif, sensasional, dan memancing emosi agar cepat tersebar luas.
Disinformasi
Disinformasi merupakan informasi yang salah dan disebarkan secara sengaja dengan tujuan tertentu, seperti memengaruhi opini publik, merusak reputasi, atau menimbulkan keresahan. Umumnya, disinformasi dirancang secara sistematis agar terlihat meyakinkan.
Misinformasi
Misinformasi adalah informasi yang keliru atau tidak akurat, namun disebarkan tanpa niat jahat. Dalam banyak kasus, hal ini terjadi karena kurangnya verifikasi sebelum membagikan informasi kepada orang lain.