\

Bahaya di Balik Lucunya Foto Anak: Sharenting dan Ancaman Privasi Digital

Kebiasaan membagikan momen tumbuh kembang anak di media sosial menjadi hal yang umum dilakukan orang tua. Namun, jika dilakukan secara berlebihan tanpa memperhatikan informasi yang dibagikan, kebiasaan tersebut dapat membuka data pribadi anak kepada publik.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih bijak dalam membagikan informasi mengenai anak di dunia maya. Fenomena tersebut dikenal dengan istilah sharenting, yang berasal dari gabungan kata sharing dan parenting.

Setiap unggahan foto atau video anak yang disertai informasi seperti nama lengkap, tanggal lahir, nama sekolah, lokasi rumah, hingga aktivitas sehari-hari dapat menjadi informasi yang berisiko apabila tersebar secara luas.

Orang tua perlu mempertimbangkan kembali informasi yang akan dibagikan dan menghindari mencantumkan data pribadi anak secara lengkap. Selain itu, pengaturan privasi akun media sosial juga penting diperhatikan agar informasi mengenai anak tidak mudah diakses oleh orang yang tidak dikenal.

Kehati-hatian dalam membagikan informasi bukan berarti orang tua tidak dapat mengabadikan dan membagikan momen bersama anak. Namun, setiap unggahan perlu dilakukan dengan mempertimbangkan keamanan, privasi, dan kepentingan terbaik anak.

Diskominfo Kota Tangerang mengajak masyarakat untuk lebih sadar terhadap jejak digital yang ditinggalkan sejak anak masih kecil. Dengan membatasi informasi pribadi yang dibagikan, orang tua turut membantu melindungi privasi dan keamanan anak di ruang digital.

Untuk menjaga privasi dan keamanan anak di ruang digital, orang tua dapat menerapkan beberapa langkah sederhana, seperti:

  1. Hindari membagikan data pribadi anak, seperti nama lengkap, tanggal lahir, alamat rumah, dan nama sekolah.

  2. Perhatikan latar belakang foto atau video sebelum mengunggah, terutama informasi yang dapat menunjukkan lokasi atau rutinitas anak.

  3. Gunakan pengaturan privasi akun agar unggahan hanya dapat dilihat oleh orang-orang yang dikenal.

  4. Pikirkan dampak jangka panjang sebelum mengunggah. Pastikan konten yang dibagikan tidak berpotensi membuat anak merasa malu atau tidak nyaman di kemudian hari.

  5. Hindari membagikan lokasi secara real-time, terutama ketika anak sedang berada di sekolah, tempat bermain, atau lokasi lainnya.

  6. Minta pertimbangan anak ketika sudah cukup memahami, terutama sebelum membagikan foto atau cerita pribadi tentang dirinya.

BERITA LAINNYA

14 Sep 2026 11:23

Virtual Job Fair Spesial…

14 Sep 2026 11:23

Akhir Pendampingan KIM 2021