Abu Vulkanik Berpotensi Ganggu Kesehatan, Diskominfo Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang dapat mengganggu kesehatan, terutama pada saluran pernapasan, mata, dan kulit.
Mengacu pada surat edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes), abu vulkanik mengandung partikel berukuran kasar hingga sangat halus yang pada kondisi tertentu dapat disertai gas vulkanik bersifat iritan. Paparan abu dapat menyebabkan batuk, iritasi hidung dan tenggorokan, mengi, sesak napas, hingga memperburuk kondisi penderita asma, PPOK, maupun penyakit jantung.
Selain itu, abu vulkanik dapat menyebabkan mata merah, perih, berair, gatal, hingga iritasi kulit. Abu vulkanik juga berpotensi mencemari sumber air dan bahan makanan yang tidak terlindungi serta mengurangi jarak pandang dan membuat jalan licin.
Untuk mengurangi risiko paparan, masyarakat diimbau tetap berada di dalam ruangan, menutup pintu dan jendela, serta membersihkan abu dengan cara membasahinya terlebih dahulu agar tidak beterbangan. Masyarakat juga perlu menutup sumber air dan makanan serta memastikan air yang digunakan aman untuk dikonsumsi.
Apabila harus beraktivitas di luar ruangan, gunakan masker, kacamata, pakaian berlengan panjang, dan celana panjang. Jika harus berkendara, masyarakat diminta mengurangi kecepatan, menyalakan lampu kendaraan, dan menjaga jarak aman untuk mengantisipasi berkurangnya jarak pandang serta kondisi jalan yang licin.
Segera dapatkan penanganan di fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami batuk terus-menerus, sesak napas, nyeri dada, bibir atau ujung jari kebiruan, kesulitan berbicara akibat sesak, mata nyeri dan merah, kejang, penurunan kesadaran, atau gejala lain yang semakin berat.
Diskominfo mengajak masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mengikuti informasi serta imbauan resmi dari pemerintah untuk menjaga kesehatan dan keselamatan selama terjadi paparan abu vulkanik.